Wednesday, 2 April 2014

stuck in the past



Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Postingan kali ini saya gak mau berbasa basi dengan pembuka yang begitu panjang sampe akhirnya saya lupa sama apa yang akan saya sampaikan, kali ini saya mau straight to the point..

Saya nulis ini karna saya lagi galau maksimal, postingan ini special buat mantan saya,seperti biasa, saya gak mau menyebutkan nama, saya takut dia minta royalty, saya kasi tau initialnya saja yah men.. inisialnya A dan gus. Dia mantan saya yang terakhir dan mudahan-mudahan benar2 mantan yang terakhir, saya gak mau ada lagi mantan2 yang serakan di hati saya… saya rapuh. Saya sakit hati. Saya, ah sudah lah…


Saya mau cerita tentang mantan saya, mmmm... tepatnya perasaaan saya terhadap dia.*Nama agus rasanya gak nyaman, saya ganti aja yah jadi bambang*

Sudah 2 bulan lebih saya putus dengan dia. Dia sudah move on, dan sampai sekarang saya sama sekali belum move on. Saya gak tau, kenapa perasaan ini begitu dalam buat dia, saya benar2 berusaha untuk bisa mengihlaskan kepergiannya dan menerima bahwa dia bukan milik saya lagi. Iyah saya telah berusaha sekuat kemampuan saya sebagai sailormoon.
 
Saya selalu bilang ke teman2 saya kalau saya sudah move on, saya sudah ihlas. Tapi ketika saya bertanya ke hati saya yang paling dalam, ternyata saya belum bisa menerima semua ini. I’m stuck in the past. Walaupun semua telah berubah. 

Bambang adalah mantan terindah, saya gak bisa pungkiri itu.  Bertahun-tahun menjalani kisah kasih bersama dia membuatku susah untuk menerima kenyataan pahit ini.kenangan manis yang kami lewati bersama selama bertahun2 itu selalu datang menghantui dan menjadi mimpi buruk disetiap malamku. 

Saya pacaran selama 6 tahun 1 bulan 19 hari 2 jam. Iyah saya hafal  banget tanggal jadian kami, waktu itu saya masih ababil. Benar2 labil. Selama itu kami jalani asam manis pahit cinta, selama itu kami saling mengenal dan menerima apa adanya. Bagi saya,dia adalah laki2 yang paling mengerti saya. Dia laki2 yang paling pengertian diseluruh jagad raya ini. Banyak orang yang heran kenapa saya suka banget sama dia, padahal dia jelek. Tapi dengan segenap cinta yang saya punya, saya melihat dia begitu sempurna.. dia begitu terlihat sangat indah dilihat dari sudut pandang manapun, dari ujung pipet, dari ujung closet, dari ujung tembok cina, di lihat dari manapun dia sangat indah dan smepurna… itu semasa saya pacaran sama dia.

Sekarang dia bukan milikku lagi, yang paling menyayat hatiku adalah hanya beberapa minggu saja dia sudah punya penggantiku, dan katanya dia sudah bahagia disana. Saya kecewa banget. Cintanya ternyata hanya sebatas itu. Sewaktu pacaran, saya memang LDR sama dia, ini yang membuat segalanya menjadi berat. Dulu waktu sebelum LDR, masalah bisa diselesaikan hanya dengan bertemu, tanpa menjelaskan apa2pun ketika marahan dan bertemu semua akan baik dengan sendirinya. Hubungan close distance memang menyenangkan. Sedangkan LDR? Iyah kami gagal mempertahankan hubungan kami,godaan yang datang bertubi2 membuat hubungan kami renggang dan membuat kami harus bertengkar tiap minggunya. Perhatiannya terbagi dengan seseorang yang lebih dekat dengannya. Cinta yang jauh dan jarang akan tergantikan dengan cinta yang dekat dan sering. Mungkin saya kurang perhatian dan pengertian sama dia padahal saya jauh, dan ada perempuan yang dekat dan lebih perhatian.

Saya gak tau kenapa dia memilih jalan itu untuk menjadikan sebuah alasan untuk memutuskan hubungan kami. Iyah. Hubungan kami memang tidak direstui oleh orang tuanya, yang sampai sekarang saya belum tau alasannya, saya Cuma mengira2, mungkin saya terlalu baik untuk dia.*di tabok*.... Ini penghalang besar saya untuk mempertahankan hubungan saya. dan Sekuat apapun saya berhatahan, pertahanan saya semakin rapuh ketika mengetahui ada seseorang yang dekat dengannya disana. Bukan Cuma pertahanan tapi hati saya mulai rapuh. Perasaan?? Perasaan saya tidak berubah, saya masih sayang banget sama dia.

Setelah putus, saya berusaha untuk mengihlaskan dia,saya sering baca motivasi ttg cinta, katanya melepaskan seseorang untuk mencari kebahagiannya adalah bukti bahwa kita mencitainya dengan tulus. Well, I did it. Saya memutuskan hubungan kami. Saya berusaha ,menjauhinya. Saya block semua akun soc mednya.saya delcon BBM. *Dipostingan sebelumnya saya sudah ceritakan betapa terpuruknya saya saat itu* saya mau memulai hidup baru, dan menerima kenyataan bahwa kami sudah tidak bisa bersama lagi dengan pertimbangan restu orang tualah yang penting dalam menjalani hubungan yang serius, Dia mempunyai teman dekat disana berati dia sudah mulai ragu dengan hubungan kami. So, saya harus tetap move on supaya keinginan dia bisa tercapai. Keinginan apa? Gak tau. 

Masa2 move on yang kulajani begitu berat dan banyak cobaan. Teman2 dekat saya, sahabat saya sudah bosan dengan curhatan saya tentang dia. Mereka gak mau lagi mendengar keluhannku. mereka Cuma memberi nasehat dan mengancamku kalau sampai saya balikan lagi sama dia, mereka tidak akan memperdulikanku lagi. Oke. ini nyesek tapi saya tau mereka Cuma mau tegas. But Tuhan selalu punya cara untuk membantu orang2 yang lemah,dia mengenalkan saya dengan beberapa teman baru yang sangat perhatian, sebagian dari mereka adalah sahabat bambang sendiri. Saya ditopang karna saya sangat rapuh. bambang meninggalkanku dan mendatangkan sahabatnya untuk menopangku, awalnya saya mengira bahwa sahabatnya ini datang karna keinginan bambang. Tapi ternyata saya salah. Mereka datang sendiri untuk menghiburku. 

Hari demi hari perasaanku semakin membaik, saya pikir saya sudah move on. Saya mulai menghubungi dia lagi, dengan niat mau berteman dengan dia. Saya reinvite bbmnya, saya tau ini penuh dengan resiko sakit hati, banyak banget sesuatu yang menyakitkan yang pedih dimata ketika melihat dia dengan status mesra2an dengan pacar barunya, dan gimana kalau misalnya dia pasang foto bersama pacar barunya itu , tapi saya gak peduli, whatever he does, I don’t care. saya kan sudah move on saya keukeuh mau reinvite dia dan berteman seperti teman2 yang lain. Tepat di 2 bulan putus, saya reinvite dia. Bagi saya ini adalah tolak ukur ke-move on-an saya. Saya akan menerima konsekuensi sakit hati yang akan timbul ketika dia bermesraan sama pacarnya di socmed. 

Setelah berteman di bbm. Yah seperti dugaan saya sebelumnya.. saya harus menahan rasa cemburu saya karna statusnya dia sekrang bukan buat saya lagi tapi buat pacar barunya dan saya tdk boleh geer. Saya sadar saya belum totally move on. Tapi tetap saja saya berusaha keras untuk berteman dengan dia. Seiring berjalannya waktu kami nikmati pertemanan ini, dia masih suka sepik2 lucu yah yang saya anggap buat lucu2an aja. Dia memnag lugu orangnya. Lucu dan guriting. Pertemanan kami berjalan mulus selama 10 hari ini. Saya berasa benar2 sudah move on. Sampai akhhirnya the very kampret things happened. Tadi pagi saya bbman sama dia. Dia bilang dia sudah putus sama pacarnya karna dia gak nyaman sama pacarnya. Ntah kenapa saya bahagia banget dengar kabar itu. Saya menari2, joget2, kayang2. Salto2 pokoknya saya berasa ada harapan buat balikan sama dia (kok saya mikirnya gitu yah?) Dan tidak ada lagi penghalang bagi saya. Sampai akhirnya. Dia update status bbm dengan nada galau tingkat kelurahan, saya mulai curiga kalau dia masih pacaran dan bingo.. ternyata benar. Dia belum putus. Again, saya merasa perasaan saya dipermainkan *tiba-tiba lagunya antique terniang ditelinga.. kau selalu mempermainkan hatiku~hingga membuat diriku begitu nanan~*.

 Saya kecewa banget di bawa naik pelan2 kemudian di jatuhkan tiba2. Sampai akhirnya saya menulis tulisan ini. double galau meeennn...

Akhirnya saya ngerti, barusan bukan dia yang salah tapi selama kami berteman selama 10 hari itu saya menyimpan harapan sama dia. Saya masih menyimpan perasaan yang harusnya telah terkubur rapi di hati saya. Dan saya sadar move on itu benar2 susah ketika kita tidak ada niat untuk move on. Bukan. Bukan saya gak punya niat untuk move on, tapi dengan berteman dengannya saya terlena dengan kenangan2 masa lalu yang membuat saya merasa ada yang kurang ketika dalam sehari saya tidak menyapanya.saya nyaman dengan hubungan ini. Yap. ini sudah benar2 parah. Dengan kejadian tadi saya yakin bahwa apa yang saya rasakan memang sudah beda dengan apa yang dia rasakan. Saya sayang dia. Dia sayang pacarnya. 

Sebagai jomblo, saya menjunjung tinggi petuah yang mengatakan bahwa cinta memang tak harus memiliki. Saya harus merelakan dia. Dia bahagia dengan hidupnya sekarang sudah cukup membuat saya merasa legah. Krna belum tentu dia akan sebahagia itu jika kami bersama. Hatinya yang berbunga2 saat ini, cinta yang dia punya, bukan lagi buat saya. 

Saya teringat bukunya radityadika di Manusia setengah salmon, saya gak bisa nulis quotenya secara langsung krn buku saya ada yang minjam dan sampai sekrang belum dikembalikan -____-.. tapi intinya itu adalah hidup penuh dengan ketidakpastian tapi perpindahan adalah salah satu yang pasti.. untuk mendapatkan sesuatu yang lebih,  kita harus berani bepindah. Kita tidak akan mendapatkan apa yang kita ingin kan jika kita terus berada ditempat yang sama.sama seperti ikan salmon yang selalu berpindah ketika… mmmm… ketika apa yah? Selalu berpindah aja deh pokoknya…mungkin ketika tempat yang lama tidak membutuhkannya lagi… Kira2 bgitu yah? Tapi yang saya dapat dari semua ini bahwa kita harus berani menatap kedepan tanpa melihat masa lalu, apa lagi kalau masa lalu kita sudah berisi dengan yang baru.

Dan kata bang tere “ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa dipaksakan. Seperti roda belakan yang tidak bisa nyusul roda depan. Penerimaan akan membuat hati jadi lapang dan ihlas.. Ah sudahlah… sudah jam 2 ini, sudah down banget saya.. 

sudah yaaa. Bye..

No comments:

Post a Comment