Saturday, 6 December 2014

semua laki-laki sama??



Assalamu alaikum bapak-bapak, ibu-ibu, kakak kakak, dan adik-adik..
 
Annyeong haseyo??

I hope yu are fine and better than yesterday.

Well, hari ini saya mau cerita tentang sang adam. tapi disini saya gak cerita secara general tapi menghusus. Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya gak menjugde semua tapi hanya sebagian… (ciyeeee..bahasa saya dong..intelegent banget (menurut saya)).. 




pada postingan ini, saya mau cerita tentang kesamaan mantan-mantan saya, yang semuanya itu adalah cowok, ya iyah lah, masa saya pacaran sama cewek. Disini saya gak bermaksud untuk membanding”kan orang yang pernah mewarnai hari”ku, yang mengisi hatiku dengan kegembiraan dan kesedihan yang silih berganti.. tapi  kenapa saya menulis tentang semua ini?? Itu semua karna keadaan yang memaksaku. 


mmmm… btw, cara nulis saya makin kesini makin jurnalis banget yak..jangan2 kedepannya saya akan jadi jurnalis. 10 tahun yang akan datang mungkin?atau 20 tahun yang akan datang mungkin?? 


Oke kembali ke topic.. saya menulis semua ini karna dorongan nurani yang merasa bahwa apa yang kualami saat ini pernah terjadi dalam hidup saya. Bukan d’javu tapi benar2 terjadi. Kejadian itu terjadi kemarin malam. Seorang mantan saya, sebut saja namanya AA, semalam dia menawariku tawaran yang sama seperti yang dilakukan mantan2 ku sebelumnya, walaupun dengan bahasa yang beda, dan cara yang beda. Tapi intinya sama. Mereka mau jadi teman saya. Hmmm,,, mantan jadi teman… apa bisa? Sejujurnya saya gak pernah menjadikan mantan sebagai teman saya. Sebelumnya saya tidak pernah melakukannya. Bagi saya mantan ya mantan. Teman yah teman. Sekuat tenaga pun saya mencoba, tapi tetap saja gak bisa that’s why beruntunglah calon suami saya (yang ntah sia dan dimana) karna dia tidak perlu hawatir dengan masa lalu saya dengan mantan. Hawahawhahaaa *minum dulu*

Well, saya mau cerita sedikit tantang kesamaan mantan saya saat putus. 

Dalam kehidupan asmara saya, saya mempunyai 5 mantan. Kalau saya sebutkan namanya disini, mereka minta royalty gak yah? Ah bodo amat. Saya sebutkan saja ah. Namanya irfan, herman, tamsir, dani, dan agus (sudah saya sortir by date.hahaha). pacar pertama saya irfan, kedua herman dan seterusnya. Saya mulai mengenal pacaran sejak kelas 1 SMA, terlalu dini bagi saya. Tapi waktu itu keadaan yang memaksaku. Mmm. Saya sebenarnya belum mengenal cinta pada kelas 1 SMA itu. 


Tapi sebagai warga Indonesia yang kebanyakan Latah, makanya saya juga ikut latah dengan trend pacaran saat itu. Hahahah pacar pertama sampe ke empat saya jalani semasa SMA secara berurut dan semuanya cinta monyet. -___- bukan, bukan mereka monyetnya, tapi saya. PUAS??? 


Dari ke 5 mantan saya, 4 diantara putus karna orang ke tiga… rata-rata dari mereka tidak mengatakan bahwa dia selingkuh, dia mengistilahkannya teman dekat (bukan sahabat). Saya gak tau persis bedanya selingkuhan dengan teman dekat. Tapi dari kasus teman2 saya, saya melihat bahwa teman dekat itu fungsinya sama kayak pacaran, Cuma statusnya saja yang beda. Kalau teman dekat namanya HTS (hubungan tanpa status).miris. Tapi banyak loh yang mau dijadikan HTS karna rasa suka mereka yang membabi buta tanpa memikirkan ada seseorang yang tersakiti hatinya. Mungkin mereka dikuasai oleh nafsu dunia.


Apakah semua laki-laki sama? 


Pasti kita sering dengar dari cewek yang tersakiti oleh lelaki (termasuk saya) mengatakan kalimat ini “semua laki-laki tuh sama ajah” dan laki-laki akan menjawab dengan jawaban seperti ini “ emang yang nyuruh kamu coba semua siapa?”


Hey boys... denger yah! Eh. Baca yah!! kita gak nyoba semua, tapi kita liat dari pengalaman kita dan pengalaman cewek cewek yang lainnya.. walaupun sebenarnya statement itu sebenarnya harus di revisi sih jadi “sebagian besar laki-laki itu sama”. Sama apa dulu?? Yah jelas lah, sama-sama brengsek. Ada juga kok laki-laki yang gak brengsek. Lelaki homo. Hahahaha gak... gak...! ini serius, emang ada kok lelaki yang baik. Ada juga laki-laki yang setia. 


Semua laki-laki sama (brengsek) itu Cuma diucapkan sama cewek yang lagi kecewa kok, atau yang lagi patah hati. Kalau lagi dibahagiain mah, mereka akan bilang mereka baik dan menyenangkan. Yah sudah lah. Intinya jangan terlalu memuja seseorang lah, karna yang pantas dipuja adalah Tuhan. Kalau memuja manusia nanti endingnya bakal kecewa juga. Yakin deh.

Oke dah dulu yah... byee...


Wassalam..



No comments:

Post a Comment