Saturday, 5 September 2015

sepotong hati yang lama




Saya menulis ini untuk memastikan bahwa sekarang. Apa yang saya jalani ini. Bukan mimpi.

Meskipun dengan agak ragu, saya berusaha meyakinkan diri saya bahwa saya sepenuhnya dalam keadaan sadar . sekarang saya sedang menikmati kembali indahnya dicintai dan mencintai. orang yang sama dengan beberapa tahun yang lalu setelah terpisah setahun lebih (dan sebenarnya saya sudah move on.hhahaha)



Saya gak tau, ini hanya sementara atau selamanya. Hanya sebentar atau lama. Tapi yang saya tau saya bahagia dan sekaligus sedih.  

Ntah kenapa saya merasa sangat bahagia dan sangat sedih di waktu yang bersamaan. 

Apa karena saya takut kehilangan lagi??
Iyah. Saya merasa sangat takut. 

Tapi siapa yang tau tentang skenario yang di tetapkan Tuhan?
saya percaya kepada Tuhan. Dan saya akan menjalani apapun keputusannya nanti. 

Saya akan menikmati hari2 bersama sepotong hati yang lama. Menikmati via internet. 

Untuk saat ini, Semuanya terasa sangat ringan untuk dijalani, apakah karna kami sudah terbiasa bersama? Ataukah karena kami telah dewasa? 

BBM gak dibalas. BBM dibalasnya lama. Bahkan gak komunikasi dalam seharipun rasanya tetap bahagia. apakah karena kami sudah saling percaya?? Atau mungkin karna rasa syukur saya karna akhirnya ada juga tempat menenangkan rindu yang telah lama dikubur.

Banyak yang berubah. Saya merasa semakin dewasa menjalani semua ini. Walaupun kami terhalang jarak. Saya selalu merasa nyaman. 

Sekarang saya mengerti kenapa orang2 yang baru jadian selalu bertingkah lebay. Memposting2 foto malam mingguan berdua. Mesraan di timeline sosmed.walaupun kelihatan menjijikkan dan sangat lebay  di mata jomblo tapi sebenarnya  mereka sebenarnya bukan alay. Mereka hanya bahagia. eh. Kecuali yg dari sononya emang alay sih.

mmmmmm...
pagi dan malam yang dingin terasa lebih hangat sekarang. Seandainya saya boleh meminta. 

Plz. Grow old with me! My soul needs yu!

Tapi. Itu hanya sebuah  jeritan hati.  Tetap saja. Saya berserah kepada Takdir Tuhan.
Tuhan tahu siapa yang benar2 saya butuhkan. Jojoh pilihan Tuhan adalah yang terbaik. Jika saja jodoh yang dipilihkan Tuhan adalah dia. Ini adalah suprise terbesar dalam hidupku.

Hmmm.... semakin kesini, gaya tulisan saya semakin berubah. Hohoho... maafkan saya guys, saya lagi belajar membuat cerpen fiktif romance yang agak kesastra2an gitu deh. Hahahaha...  pengen banget jadi puitis saat membahas tentang cinta tapi yah. Susah banget yah jadi puitis gitu. 

Nah loooh.. pembahasannya jadi kemana2 nih..... udah ah... bye...


No comments:

Post a Comment